Poem
Sebelum terjadi
Kutitipkan cintaku pada angin
Kuserahkan sayangku pada ranting
Kau akan menemukannya disana
Tapi diriku tiada akan nampak
Aku jadi enggan kau temui
Tak tiap waktu kau berikan cintamu padaku
Sebelum terjadi…..mungkin kau benar
Tak usah ada perjumpaan
Rasa kita hanya akan menyatu dalam angan
Selalu
Embun akan menetes tiap pagi
Kebersamaan t`lah kau miliki
Ku tak akan datang
Akupun tak akan pergi
T`lah kau aliri jiwa yang sunyi ini dengan goresan tintamu…
Akan selalu kuingat
Tiap kepingan kata yang kau rajut
Tiap harapan yang kau ujar
Dalam kejauhan, … itulah kebersamaan kita
Lepas
Aku ingat keberanianmu begitu melihatku
Aku ingat senyummu telah ramah
Aku ingat pandangan matamu yang penuh harapan
untuk kumaafkan
Tak seperti beberapa saat lalu
Enggan melepasku pergi
Dan akupun masih ingin berlama-lama
Namun tetap ada kata `ya` darimu
Dan kakikupun terus melangkah
Saat itu hatiku berkata padamu…
`kan tetap kunanti sampai saat kau mengntarkanku untuk kembali`
Tapi tak ada getaran dalam hatiku
By: Verta_Rose
Lost…
Redup hening sang lentera malam
Tertutp gumpalan selubung kasih
Kibasan sayap-sayap malaikat
Lambaian tangan lunglai
Tersirat secuil hasrat untuk bersama,
Tapi banyak tangan menghalanginya
Karena sang biru sudah tak bermaya
Hilang dalam kegelalapn malam
Haruskah aku pulang bersama kapal yang sedang menepi?
Jika hujan tak behenti,
Biarkan aku tenggelam dan hilang bersama ombak pantai..
Biru abadi
Di bawah lentera malam, dua hati manisua sesaat terdiam
Meresapi indahnya malam
Kau pekuk aku dengan kasih setiamu
Kukecup keningmu dengan rasa sayangku
Walau mendung menghalang ..
Sang biru takkan hilang
Ku akhirkan cinta
Segala telah tertebas waktu
Aku masih terhisap sepi yang memagut
Di ujung sepiku yang tertatih menujumu
Kucoba teduh dalam satu harap
Semoga kau tetap yang terbaik yang kutemui dalam perjalanan hidupku
Aku ingin membasuh air matamu biar luka itu cepat kering
dan kau bisa melukis dirimu di birunya cintamu.
untukmu . . . . ku asah luka padamu ku asuh bahagia
padamu cinta ingin ku akhirkan tanpa ada perdebatan
Mengapa ada cinta
Bila cinta ditentang .. patutkah harus ditendang?
Bila cinta perlukan kedudukan yang seimbang .. mengapa manusia diciptakan
Bila cinta itu indah .. mengapa sering menyakitkan?..
Bila cinta itu bahagia .. mengapa harus ada tangis..
Apakah cinta itu..?..
Cinta….cinta….cinta….
{Salahkah aku mencintai dia? Mengapa mereka tak mau mengerti kalau kami saling mencintai ataukah ada hal lain yang lebih pantas?}
Hadirmu
Ruang hatiku terus kosong
Hanya ada rindu yang mengetuk
Sebelahnya adalah bayangmu yang terus memantul di dinding batu.
Setelah gelisah, kini rindu menggodaku
Meski menyiksa dan penuh seirbu tanya
Tetap saja aku ingin perhatikannya dan ingin menjaganya
Terbata dalam cakap, tertatih dalam jejak
Terkulai dalam senyap
Terluka dalam penantian
Terpatuh dalam cintamu
Inikah cinta kita?
Mungkin dalam guyuran gerimis aku temukan jawabnya
Ku menanti
Dentingan detak jantung menemani malamku
Berlarian tak tentu arah
Hingga saatnya terdengar kata cinta darinya
Angin berhembus menusuk buih
Ombakupun meriuhkan lamunan
Kapankah dia akan datang?
Aoi
Sang biru tertutup mendung
Suram tak bermaya
Bulanpun enggan sirami kasih sang biru
Biru .. biru .. biru ..
Ada apa denganmu?
Tak tahukah kau .. .
Masih banyak yang menyayangimu
Bangkitlah dari tidurmu
Promise
Janji hati telah tertanam, takkan hilang
Setiaku ku persembahkan untukmu
Semoga takkan terkikis oleh waktu
Setiaku kupersembahkan untukmu
Jangan pernah ragukan diriku
Takkan pernah kuingkari janji setiaku
By: Dhui
Komentar»
No comments yet — be the first.