jump to navigation

Urutan dinasti Mei 30, 2008

Posted by vertarose in kreatif.
Tags: , , , , , ,
add a comment

Ringkasan:
Tiga Penguasa dan Lima Kaisar
Dinasti Xia
Dinasti Shang
Dinasti Zhou
Zaman Musim Semi dan Gugur
Zaman Negara-Negara Berperang
Dinasti Qin
Dinasti Han Barat
Dinasti Xin
Dinasti Han Timur
Tiga Negara/Kerajaan
Dinasti Jin
Enam Belas Negara
Dinasti Selatan dan Utara
Dinasti Sui
Dinasti Tang
Lima Dinasti dan Sepuluh Negara
Dinasti Liao
Dinasti Song
Xia Barat
Kekaisaran Jin
Dinasti Yuan
Dinasti Ming
Dinasti Qing
Republik Cina (Taiwan)
Republik Rakyat Cina

http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20080430221731AAMy6vO&show=7

Tematik Mei 5, 2008

Posted by vertarose in kreatif.
Tags: , , , ,
2 comments

Berikut ini ada makalah mengenai Pembelajaran Tematik. Semoga bermanfaat…

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

 

A.   Latar Belakang Pembelajaran Tematik

 

Peserta didik yang berada pada sekolah dasar kelas satu, dua, dan tiga berada pada rentangan usia dini. Pada usia tersebut seluruh aspek perkembangan kecerdasan seperti IQ, EQ, dan SQ tumbuh dan berkembang sangat luar biasa. Pada umumnya tingkat perkembangan masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan (holistik) serta mampu memahami hubungan antara konsep secara sederhana. Proses pembelajaran masih bergantung kepada objek-objek konkrit dan pengalaman yang dialami secara langsung.

 

Saat ini, pelaksanaan kegiatan pembelajaran di SD  kelas I – III untuk setiap mata pelajaran dilakukan secara terpisah, misalnya IPA  2 jam pelajaran, IPS 2 jam pelajaran, dan Bahasa Indonesia 2 jam pelajaran. Dalam pelaksanaan kegiatannya dilakukan secara murni mata pelajaran yaitu hanya mempelajari standar kompetensi dan kompetensi dasar yang berhubungan dengan mata pelajaran itu. Sesuai dengan tahapan perkembangan anak yang masih melihat segala sesuatu sebagai suatu keutuhan (holistic), pembelajaran yang menyajikan mata pelajaran secara terpisah akan menyebabkan kurang mengembangkan anak untuk berpikir holistik dan membuat kesulitan bagi peserta didik.

 

Selain itu, dengan pelaksanaan pembelajaran yang terpisah,  muncul permasalahan pada kelas rendah (I-III) antara lain adalah tingginya angka mengulang kelas dan putus sekolah. Angka mengulang kelas dan angka putus sekolah peserta didik kelas I SD jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kelas yang lain. Data tahun 1999/2000 memperlihatkan bahwa angka mengulang kelas satu sebesar 11,6% sementara pada kelas dua 7,51%, kelas tiga 6,13%, kelas empat 4,64%, kelas lima 3,1%, dan kelas enam 0,37%. Pada tahun yang sama angka putus sekolah kelas satu sebesar 4,22%, masih jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan kelas dua 0,83%, kelas tiga 2,27%, kelas empat 2,71%, kelas lima 3,79%, dan kelas enam 1,78%.

 

Angka nasional tersebut semakin memprihatinkan jika dilihat dari data di masing-masing propinsi terutama yang hanya memiliki sedikit  taman Kanak-kanak. Hal itu terjadi terutama di daerah terpencil. Pada saat ini hanya sedikit peserta didik kelas satu sekolah dasar yang mengikuti pendidikan prasekolah sebelumnya. Tahun 1999/2000 tercatat hanya 12,61% atau 1.583.467 peserta didik usia 4-6 tahun yang masuk Taman Kanak-kanak, dan kurang dari 5 % Peserta didik berada pada  pendidikan prasekolah lain.

 

Permasalahan tersebut menunjukkan bahwa kesiapan sekolah sebagian besar peserta didik kelas awal sekolah dasar di Indonesia cukup rendah. Sementara itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik yang telah masuk Taman Kanak-Kanak memiliki kesiapan bersekolah lebih baik dibandingkan dengan peserta didik yang tidak mengikuti pendidikan Taman Kanak-Kanak. Selain itu, perbedaan pendekatan, model, dan prinsip-prinsip pembelajaran antara kelas satu dan dua sekolah dasar dengan pendidikan pra-sekolah dapat juga menyebabkan peserta didik yang telah mengikuti pendidikan pra-sekolah pun dapat saja mengulang kelas atau bahkan putus sekolah.

 

Atas dasar pemikiran di atas dan dalam rangka implementasi Standar Isi yang termuat dalam Standar Nasional Pendidikan, maka pembelajaran pada kelas awal sekolah dasar yakni kelas satu, dua, dan tiga lebih sesuai jika dikelola dalam pembelajaran terpadu melalui pendekatan pembelajaran tematik. Untuk memberikan gambaran tentang pembelajaran tematik yang dapat menjadi acuan dan contoh konkret, disiapkan model pelaksanaan pembelajaran tematik untuk SD/MI kelas I hingga kelas III.  

 

B.   Tujuan

 

Tujuan penyusunan dokumen model pengembangan silabus tematik pada kelas awal Sekolah Dasar adalah sebagai berikut:

1.      Memberikan pengetahuan dan wawasan tentang pembelajaran tematik.

2.      Memberikan pemahaman kepada guru tentang pembelajaran tematik yang sesuai dengan perkembangan peserta didik kelas awal Sekolah Dasar.

3.      Memberikan keterampilan kepada guru dalam menyusun perencanaan,  melaksanakan dan melakukan penilaian dalam pembelajaran tematik.

4.      Memberikan wawasan, pengetahuan dan pemahaman bagi pihak terkait, sehingga diharapkan dapat memberikan dukungan terhadap kelancaran pelaksanaan pembelajaran tematik

 

C.   Ruang Lingkup

 

Ruang lingkup pengembangan pembelajaran tematik meliputi seluruh mata pelajaran pada kelas I – III Sekolah Dasar, yaitu: Pendidikan Agama, Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, Pendidikan Kewarganegaraan, Ilmu Pengetahuan Sosial, Seni Budaya dan Keterampilan, serta Pendidikan Jasmani,Olahraga dan Kesehatan.

 


New Japanese April 18, 2008

Posted by vertarose in kreatif.
Tags: , , , , , , , , , , , , ,
add a comment

UP DATE

Aisatsu (salam)

Ohayo gozaimasu : selamat pagi

Konnichiwa : selamat siang

(Konnichiwa juga bisa digunakan di setiap saat sebagi pengganti kata hallo. Tetapi untuk hallo dalam percakapan telepon yang digunakan adalah moshi-moshi)

Konbanwa [kombanwa] : selamat malam

Oyasuminasai[oyasuminasai`] : selamat tidur

Mata ashita [mata ash`ta] : sampa jumpa besok

Jaa ne, mata kondo Onegaishimasu: sampai jumpa lain waktu

Ucapan selamat

Omedeto ne………… : Selamat ya………

Idul Adha omedeto gozaimasu : Selamat Hari Idul Adha

Hijriah no Oshogatsu omedeto gozaimasu : Selamat Tahun Baru hijriah

Imi wa.. {maksudnya adalah…}

`Omedeto gozaimasu` : selamat/congratulation (diletakkan setelah hari/peristiwa yang dimaksud).

Ungkapan hati

Anata ni natsukoshi : rindu kamu

Aishiteru : i love you (pasti udah pada tahu kan……)

Atashi mo : aku juga (kata atashi artinya sama dengan watashi, digunakan dengan orang yang sudah akrab saja )

Banzai : hidup (biasanya untuk menumbuhkan rasa semangat, pernah lihat masquarade kan!)

Gaman shite kudasai ne : sabar ya

Ganbate ne [gambate ne] : semangat ya

Gomennasai : maaf

Gmen ne, Jodan dake : maaf ya, hanya bercanda

Ki o tsukete ne : hati-hati ya

Matte imasu : aku tunggu

Orite kudasai : i beg you

Sakini ….. ne : ….. duluan ya

Sakini kaerimasu ne : pulang duluan ya

Ungkapan/ Peribahasa

Abura o uru : menjual minyak

· Abura {minyak}, o (partikel untuk obyek), uru {menjual}

· Maksudnya adalah mengobrol disaat bekerja, menghabiskan waktu sehingga pekerjaan terlantar

Ame futte ji katamuru : hujan turun tanah menjadi keras

· Ame {hujan}, Ji {tanah}, futte {turun}, katamaru {menjadi keras}

· Kata Ame sama dengan ama yang berarti hujan. Berikut istilah yang sering menggunakan kata ama : ama dare {titik hujan}, ama do {pintu luar}, ama ga`ito {jas hujan}, ama gasa {payung hujan}, ama go`i {doa minta hujan}, ama gumo {awan hujan, awan mendung}, ama gumori {cuaca berawan hujan}, ama gutsu {sepatu hujan}, ama mori {bocoran air hujan}, ama moyo {cuaca akan hujan}, ama o`i {berteduh dari hujan}, ama yadori {naungan dari hujan}.

· Kata futte bentuk kamusnya adalah furu {turun}.

· Maksudnya adalah Ada kalanya urusan menjadi bertambah lancar setelah melewati berbagai masalah dan kesulitan

Hana yori dango : lebih baik kue onde daripada bunga

· Hana {bunga}, yori { daripada}, dango {kue onde}

· Kata hana maksudnya sebagai simbol keindahan

· Kata onde disini berarti sebagi simbol kenyataan

· Maksudnya adalah memilih keuntungan yang nyata daripada sesuatu yang indah di mata atau di hati

Ichigo-ichie : pertemuan sekali seumur hidup

· Ichigo {seumur hidup}, ichie {sekali pertemuan}

· Maksudnya adalah menganggap pertemuan ini hanya sekali saja dalam seumur hidup, sehingga berusaha sebaik-baiknya jangan sampai ada kesalahan

I o naka no kawazu : katak dalam sumur

· i {sumur}, no naka {di dalam}, no {ada, berada}, kawazu {katak}

· Maksudnya adalah orang yang melihat sesuatu berdasarkan pengetahuannya yang sempit seperti katak di bawah tempurung

By : Verta_rose